Saat STR dokter habis masa berlakunya dan tidak praktek

Assalamu’alaykum, 

Kali ini saya mau cerita pengalaman saya perpanjang STR yang sudah habis masa berlakunya. STR dokter harus diperpanjang setiap 5 tahun dengan cara mengumpulkan SKP. Cara mendapatkan SKP yaitu dengan memenuhi minimal 250 SKP dari 5 ranah (3 wajib, 2 pilihan). Ketiga ranah wajib yaitu Pembelajaran (50-125), Profesional (75-150) dan Pengabdian Masyarakat (25-50). Lengkapnya bisa dilihat di akun IDI masing-masing dokter. 

Nah, walaupun di 2 ranah wajib jumlah SKP saya memenuhi, namun karena saya sudah lama tidak praktek (supaya lebih fokus mengurus anak saya yang spesial masyaAllah), tentu nilai SKP dari ranah Profesional 0. Namun, ada keinginan untuk bekerja lagi suatu saat nanti jika kondisi memungkinkan (jika masih diberi umur, dan atas izin Allah). Saat itu tahun 2019, STR saya sudah habis masa berlakunya tahun 2016. Jadi bagaimana kalau jumlah SKP tidak cukup? Jawabannya: Ujian Kompetensi Dokter (lagi!)

Dulu saat saya UKDI tahun 2010, belajarnya rame-rame bareng temen seangkatan, dan alhamdulillah lulus semua. Nah kalo sekarang aku kudu piye? #panikbentar

Setelah tenang, saya diskusi dengan suami, dan memutuskan untuk cari tahu lebih dalam tentang UKDI bagi dokter yang sudah bukan mahasiswa lagi. Alhamdulillah ada syarat dan ketentuannya lengkap di website http://idionline.org/kolegium-dokter-indonesia/uji-kompetensi-kdi/

Saat itu ternyata tidak sampai 1 bulan jadwal UKDI berikutnya, dan waktu pendaftaran tinggal 2 minggu lagi. Biidznillah, Allah memberikan kemudahan bagi saya mengumpulkan berkas yang dibutuhkan. Saya juga berkonsultasi dengan petugas di IDI Cabang Jakarta Timur, dan alhamdulillah dijelaskan dan dibantu pengurusan berkasnya. Berkas alhamdulillah selesai. Saya upload berkas2nya ke website di atas, juga bukti transfer biaya ujian. 

Belajarnya? Saya keluarin lagi semua catetan kuliah, minta tolong suami ajarin, banyakin doa, sedekah, solat tahajud. Belajar sampe begadang2 lagi. Waktu itu saya berpikir, yang penting saya usaha dulu, hasilnya gimana nanti.

Sekitar 1 minggu sebelum ujian, semua peserta dikumpulkan untuk mengumpulkan berkas. Setiap peserta menunggu giliran dipanggil untuk diperiksa berkas2nya. Untuk yang belum lengkap, diberikan waktu 1 minggu sampai hari ujian. Alhamdulillah berkas2 saya sudah lengkap dan sesuai. Saya diberikan kartu ujian untuk minggu depan. 

Di sisi lain, saya cukup terkejut, ternyata banyak juga yang ikut UKDI ini, ada sekitar 90. Ada yang seumuran saya, bahkan yang lebih tua juga banyak. Ada juga yang lebih muda, dan saya ajak ngobrol. Ternyata dulu dia kuliah di FK (Fakultas Kedokteran) luar negeri, jadi harus ikut kuliah penyetaraan di FK yang di Indonesia, lalu ikut UKDI juga. Saya juga ngobrol dengan beberapa mamak dokter lain, dan ceritanya masyaAllah semua. Disitu saya menyadari, ternyata jalan hidup dokter seberagam ini, dan saya ga berjuang sendiri.

Akhirnya tiba hari ujian. Semua peserta dikumpulkan di 1 ruangan. Kemudian panitia menyuruh peserta meninggalkan tasnya, termasuk HP di ruangan itu. Kami dibawa ke ruangan lain yang berisi banyak komputer. Setiap peserta duduk di komputer sesuai nomer ujiannya. Ada meja khusus di bagian depan jika ingin minum/makan snack yang dibawa sendiri. Saya lupa ujiannya berapa soal. Kalau ga salah 200 soal PG, waktunya 3 jam. Uda computerized, tinggal klik jawabannya aja. Kalau sebelum 3 jam uda selesai, boleh meninggalkan ruangan komputer, tapi ga boleh pulang. Peserta harus menunggu di ruangan lain, boleh makan minum, ke WC, ngobrol, kayang (ga lah), tapi tetep belom boleh pegang HP.

Kenapa belum boleh pegang HP? Jadi, dalam 1 hari itu ada 2 sesi ujian, dengan peserta yang berbeda. Waktu itu saya dapet sesi pagi. Semua peserta sesi pagi ga boleh pegang HP sampai peserta sesi siang sudah meninggalkan HP-nya. Hal ini untuk mencegah peserta sesi pagi membocorkan soal ujian ke peserta sesi siang.

Setelah peserta sesi siang masuk ruangan lain (supaya ga ketemu peserta sesi pagi) dan meninggalkan HP-nya, peserta sesi pagi baru boleh mengambil HP dan pulang. Hasil ujian akan diumumkan di website sekitar 1 bulan setelah ujian.

Sambil nunggu hasil ujian saya ngapain? Ya balik lagi ke rutinitas sehari-hari saya ngurus anak, hehe. Tetep banyak doa. Namun kalau diingat lagi, dari proses ngumpulin berkas, belajar lagi, dan saat ujiannya pun, banyaaak sekali kemudahan yang Allah berikan, alhamdulillah masyaAllah. Pas ngurus berkas ke FKUI, alhamdulillah pas sebelum pak Dekan pergi keluar kota. Pas belajar, alhamdulillah suami bisa bantu belajar, orangtua saya bisa bantu jaga anak saya. Pas ujian, alhamdulillah saya diberikan kesehatan, dapet lokasi komputer yang ga di bawah AC (saya ga tahan dingin), pas dapet komputer yang deket meja istirahat, dan soal2nya cukup banyak yang saya bisa jawab.

Alhamdulillah dari 30 dokter yang lulus, saya termasuk salah satunya. Bukan saya yang hebat, tapi Allah yang mudahkan.

Setelah lulus UKDI, saya dapat sertifikat rekomendasi (serkom) dokter umum. Serkom ini bisa diambil di Kolegium Dokter Indonesia, yang kemudian dibawa ke IDI cabang masing-masing (saya di Jakarta Timur) untuk mengurus STR yang baru. Ada syarat sudah menyelesaikan iuran anggota IDI tahunan, syarat lain saya lupa. Kemudian, STR yang baru akan dikirimkan lewat pos. 

Untuk para mamak-mamak dokter yang STR-nya uda habis masa berlakunya dan lama ga praktek, jangan kuatir, insyaAllah masih bisa diaktifkan lagi dengan ikut UKDI lagi dan lulus. Semangaaatt! 

Oia, saya ringkas ya prosesnya:

  1. Cek website http://idionline.org/kolegium-dokter-indonesia/uji-kompetensi-kdi/
  2. Upload berkas yang diminta, beserta bukti transfer biaya ujian
  3. Bawa semua berkas beserta bukti transfer saat briefing peserta (1 minggu sebelum hari ujian) untuk pemeriksaan berkas, kemudian kita dapat kartu ujian
  4. Saat hari ujian, datang tepat waktu dan uda makan sebelumnya 
  5. Hasil ujian akan diumumkan 1 bulan setelahnya di website
  6. Jika lulus, ambil sertifikat rekomendasi (serkom) di Kolegium Dokter Indonesia
  7. Bawa serkom ke IDI cabang untuk mengurus STR, lengkapi persyaratannya
  8. Tunggu STR yang baru dikirim lewat pos

Tadi saya cek, karena pandemi, UKDI tahun ini akan diadakan online lewat zoom dan aplikasi khusus. Jadwal UKDI IDI terdekat ada di bulan Mei. Pendaftaran dibuka sampai 31 April 2022.

Wassalamu’alaykum.. 

dr. Diana Andarini (yang STR-nya masih aktif sampai 2025 alhamdulillah)