Penantian Mengurus SIM

Sudah rahasia umum kalau membuat SIM yang mudah dengan jasa bantuan. Saya juga termasuk yg menggunakan jasa tsb. Bukan berarti saya tidak bisa menyetir. Saya sudah ikut les menyetir selama kurang lebih 1 bulan dan sudah dinyatakan lulus.

Sebenarnya saya sudah bisa menyetir sebelumnya dan sudah memiliki SIM, namun SIM saya sudah kadaluarsa sejak 2 tahun yg lalu. Tenang dulu, saya memang sudah tidak menyetir sejak 3 tahun yg lalu. Jadi saya baru sadar sekarang kalau SIM saya sudah kadaluarsa. Karena skill menyetir saya sudah karatan, dan anak saya sudah mulai sekolah, akhirnya saya les menyetir lagi (dan lulus, alhamdulillah).

Balik lagi ke mengurus SIM. Saya sudah sampai di tempat janjian sekitar jam 7.15, dan saya ga sendiri. Ada sekitar 20 orang yg juga sudah janjian. Saya mengisi formulir, diberi pengarahan, kemudian kami ber-20 berjalan bersama masuk ke satpas daan mogot. Jalannya lumayan jauh, sambil ngobrol, ternyata sebagian besar yg mau mengurus SIM umurnya belum 20, bahkan ada yg 17, sementara saya hampir 30. Ada juga loh yg memanggil saya “Bu”, oh noo, saya masih “Mbak/Kakak” koq.

Anyway, sampai di pintu masuk yg di dalam, ternyata eh ternyata, masih ditutup. Sudah banyak orang yg menunggu di sekitar pintu masuk. Ada pak polisi penjaga pintu mengatakan bahwa pintu baru dibuka jam 8. Saat kami datang baru jam 7.30. Oh well, alhamdulillah saya sudah sarapan, bawa cemilan dan minum. Lumayan biar ga pingsan.

Sekitar jam 7.45, orang-orang sudah mulai baris di depan pintu. Saya ga liat jam lagi pas pintunya dibuka. Alhamdulillah lumayan tertib sih antrinya, jauh lah sama waktu antri AADC1 dulu (iya, saya uda tua). Langsung antri di loket 2 (SIM A), menyerahkan formulir yg sudah diisi, nanti dapat nomor pendaftaran. Kemudian naik ke lantai 2 untuk ujian teori.

Untuk ujian teori, jangan lupa bawa pulpen dan pensil. Pulpen untuk mengisi identitas, pensil untuk mengisi lembar jawaban. Kalau ga bawa pensil, di pintu gerbang satpas banyak yg jualan pensil. Saya ga bawa pensil, jadi beli dgn harga 3000 rupiah. Saya tau darimana perlu pensil? Karena penjualnya teriak “Pensilnya mbak untuk ujian tulis di dalem” Kalau ga bawa pulpen? Ter.la.lu.

Fyi, ujian teori ini ada 30 pertanyaan pilihan ganda. Ada 10 set soal, tapi tenang aja, yg dikerjain cuma 1 set koq. Uda ada kodenya menurut jenis sim. Misal tadi saya dapet set soal A 9; saya ambil tes sim A dan kebetulan dapat set nomer 9. Dinyatakan lulus kalau benar 21 dari total 30 pertanyaan tsb. Saya mulai ujian pukul 08.15, selesai 08.45.

Selesai ujian tulis, peserta ujian dipersilahkan menunggu di loket 5 atau 7. Saya menunggu hasilnya di loket 7. Sampai disana, saya disuruh ke tengah lapangan praktek. Ada tenda yg berisi banyak kursi. Nah disitu saya menunggu cukup lama dan semakin siang semakin banyak orang yg juga menunggu di tenda tsb. Alhamdulillah saya dateng pagi, jadi masih kebagian duduk di dalem tenda, jadi ga kepanasan.

Sekitar jam 10, ada petugas satpas yg datang bawa toa. Dia memberikan pengumuman dan tips berkendara yg baik. Setelah selesai, ada petugas satpas lain yg datang dan mulai memanggil nama2 peserta. Kalau lulus ujian teori, nanti ketika dipanggil akan dapat lembar untuk ujian praktek. Saat nama saya dipanggil, alhamdulillah dapat lembar ujian praktek. Ada poin2nya: maju mundur 50m, maju mundur zig zag, naik turun tanjakan, parkir seri dan parkir paralel. Lembar ujian prakteknya saya isi identitas diri saja, evaluasinya yg mengisi petugasnya (ya iyalah). Kemudian lembar tsb dikembalikan ke petugasnya. Saya menunggu lagi dipanggil untuk ujian praktek.

Alhamdulillah ga terlalu lama menunggu, nama saya dipanggil utk ujian praktek. Selesai ujian praktek, saya mengembalikan lembar penilaian ke loket 11, dan disuruh menunggu di loket 12a. Loket 12a ini ruangan tertutup, ada AC dan ada yg jual minuman dingin. Lumayan banget krn cuaca lagi terik bgt.

Setelah menunggu, saya dipanggil utk foto di loket 16. Loket foto ada loket 13, 14, 15 dan 16. Loket 16 ini loket foto khusus perempuan loh. Alhamdulillah ya jadi nyaman mau benerin jilbab atau touch up make up yg uda kucel lusuh. Baru selesai benerin jilbab, mau touch up, eh uda keburu dipanggil. Masih kucel dah, yaudalah. Selesai foto, saya menunggu SIM di loket 30. Dan akhirnya saya mendapat SIM jam 11. Alhamdulillah.

Beberapa tips untuk yg mau mengurus SIM:

  1. Dateng pagi sebelum jam 8. Jangan kepagian juga, subuh uda dateng, ayam jg baru bangun. Jam 8 kurang uda antri di depan pintu masuk, jd pas dibuka jam 8, ga antri lama lgsg masuk, antri di loket jadi ga terlalu lama.
  2. Sarapan yg cukup, bawa minum dan cemilan. Saya aja total prosesnya 3 jam lebih, bisa pingsan kalo kurang makan minum.
  3. Jangan malu bertanya kalo gataw ato merasa tersesat. Di satpas daan mogot ada beberapa bapak-bapak pakai baju putih celana hitam dan memakai SELENDANG ala miss universe yg bertuliskan PEMANDU. Mereka biasanya berdiri di hot spot alias tempat yg gampang keliatan pas lagi bingung. Saya bolak balik nanya ke bapak-bapak tsb, dan semuanya ramah koq.
  4. Fokus dan perhatikan banget petugas satpas yg lagi menyampaikan pengumuman. Jangan berisik ato ngobrol sendiri, krn yg rugi diri sendiri dan orang lain. Misal lagi dijelasin cara mengisi lembar ujian teori (isi identitas loh bukan jawabannya), perhatikan, terutama kode soal, jangan sampai salah isi, bisa2 ga lulus ujian. Contoh lain, pas petugas lagi memanggil nama2 peserta ujian praktek, perhatikan, jangan krn kita berisik, nama kita kelewat ato orang di sebelah kita jadi ga mendengar namanya dipanggil, lama lagi nunggunya.
  5. Terakhir dan paling penting; banyak berdoa. Mudah2an prosesnya lancar dan ga harus mengulang 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published.